Transportasi Umum Yang Ramah Untuk Para Disabilitas

Transportasi Umum Yang Ramah Untuk Para Disabilitas

Sejak tanggal 6 Oktober sampai 13 Oktober 2018 di Jakarta diadakan acara Asian Para Games 2018. Asian  Para Games adalah pesta olahraga buat para difabel se Asia.

Difabel atau disabilitas adalah kondisi dimana ada keterbatasan aktivitas , bisa cacat fisik atau cacat mental/

Klo melihat keterbatasannya, tapi saya melihat mereka tetap berusaha melakukan aktivitas layaknya manusia normal. Sudah layaknya fasilitas publik ramah kepada orang-orang disabilitas.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, pada tahun 2015 tercatatat jumlah penyandang disabilitas di Ibu Kota mencapai 6.003 jiwa. Jakarta Selatan menjadi daerah dengan penyandang disabilitas terbanyak, yakni berjumlah 2.290, disusul oleh Jakarta Barat 1.155 orang.

Sekarang jumlahnya sudah berubah, pastinya bertambah. Bayangkan jika ribuan disabilitas perlu transportasi yang mendukung mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan juga melakukan aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan  dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 98 tahun 2017 tentang Penyediaan Aksesibilitas Pada Pelayanan Jasa Transportasi Publik Bagi Pengguna Jasa Berkebutuhan Khusus, penyelenggara jasa transportasi publik harus menyediakan sarana dan prasarana layanan yang aksesibel bagi pengguna jasa disabilitas.

Mengetahui data jumlah penyandang disabilitas yang cukup besar di Jakarta dan adanya peraturan menteri tersebut, Pak Budi Karya, Menteri Perhubungan pernah berkomentar bahwa “saat ini banyak fasilitas publik yang kurang memperhatikan penyandang disabilitas. Untuk itu, beliau pun berjanji akan mengembangkan fasilitas layanan disabilitas dalam sektor transportasi. Kementerian Perhubungan telah berupaya mengembangkan fasilitas pelayanan jasa transportasi bagi pengguna berkebutuhan khusus atau disabilitas”.

Aksesibilitas bagi disabilitas pada sarana transportasi meliputi:
• Alat bantu naik turun dari dan ke sarana transportasi, pintu yang aman dan mudah diakses,
• Informasi audio atau visual dan tanda atau petunjuk khusus pada area pelayanan.
• Tempat duduk prioritas dan toilet yang mudah diakses, serta penyediaan fasilitas bantu yang mudah diakses, aman dan nyaman.


Sedangkan aksesibilitas bagi pengguna disabilitas pada prasarana transportasi di antaranya, ubin tekstur pemandu pada pedestrian, loket, toilet, tanda petunjuk khusus ada area pelayanan (parkir, loket, toilet) dan informasi visual atau audio terkait informasi perjalanan. Kemudian, pintu aksesibel dengan dimensi sesuai lebar kursi roda, area drop zone, dan ramp dengan kemiringan yang sesuai.

Selanjutnya, akses naik turun penumpang yang aksesibel pada bangunan bertingkat, toilet yang aksesibel dengan dimensi pintu toilet yang sesuai lebar kursi roda, dan loket tiket yang mudah diakses. Lalu, ruang tunggu dengan kursi prioritas, dan ketersediaan kursi roda yang siap pakai. Penyelenggara sarana dan prasarana transportasi wajib juga menyediakan ruang pusat informasi dan personel yang dapat membantu pengguna jasa disabilitas. Setiap sektor transportasi harus ada personel yang terlatih untuk membantu memberikan informasi bagi disabilitas. Yang paling penting penyediaan fasilitas aksesibilitas dan pelayanan khusus ini tidak dipungut biaya.

Hal-hal tersebut sudah banyak kita lihat terealisasi. Contohnya, kalau teman-teman naik transportasi umum seperti Busway atau kereta Commuter line, pasti sudah tidak asing dengan kursi khusus yang disiapkan untuk kaum disabilitas.

Tapi tidak jarang kita juga melihat langsung tempat yang disiapkan untuk orang berkebutuhan khusus malah diisi oleh orang-orang yang terkategori normal. Sempat beberapa kali mendapati hal seperti itu, dan dalam hati bertanya “mereka ini apanya yang cacat ya? Hatinya. Mungkin. Hehehe”.

Kesal juga. Habisnya sudah ada tulisan kursi itu buat disabilitas atau lansia malah yang duduk pemuda atau pemudi normal usia produktif. Itu kalau bukan cacat hati, apa coba? Kasian saudara kita yang seharusnya duduk disitu kan. Seharusnya mereka mendapat fasilitas lebih, malah jadinya ikut berdesak-desakkan di Busway atau Commuter line. Ckckck. Miris. Padahal pembenahan pada sektor transportasi bukan hanya tugas pemerintah. Kita juga harus ikut berkomitmen untuk mendukung program pemerintah terkait peningkatan kesejahteraan disabilitas.

Jadi ingat kata Pak Budi Karya, Menteri Perhubungan RI saat peringatan Hari Disabilitas Internasional, Desember 2017 lalu. “Target kita adalah menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan“. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kehidupan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.

Penambahan maupun perbaikan fasilitas sarana dan prasarana pada sektor transportasi dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa disabilitas. Karena pengguna jasa disabilitas berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik. Yuk bantu mereka untuk tetap mendapat haknya di transportasi umum dan kita bisa naik busway atau transportasi umum lainnya bersama-sama. Bukankah itu menyenangkan? ^_^

Sharing is caring!

About The Author

Hello Happy Friends :) Selamat datang di blog Hanni. Blogger yang suka berbagi pengalaman, tips, dan info terbaru mengenai lifestyle. Hanni bisa dikontak via email : halohanni@gmail.com

Comments (11)

  • Handiko Rahman Pebrianto (DIKO)

    Wah informatif sekali tulisannya, jadi makin tahu tentang penyandang disabilitas. Mereka ini keren sekali, selalu semangat. Saya jadi malu sendiri kalau saya lagi ngga semangat sementara mereka always semangat tanpa minder maupun malu.

    Oh iya saya setuju banget sama poin fasilitas untuk penyandang disabilitas tapi direbut haknya sama orang-orang normal. Contoh real kayak kemarin di kereta, kursi untuk disabilitas diduduki sama bapak-bapak yang jelas-jelas sehat jasmani rohani. Moga kita semua bisa menyadarkan mereka dan diri kita sendiri kedepannya. 🙂

    Salam kenal, Diko blogger dari Semarang.

  • gita siwi

    Semoga Menteri Perhubungan dapat merealisasikan fasilitas publik untuk penyandang disabilitas. Yang selama ini kurang mendapat perhatian

  • Nurul Sufitri

    Aku suka sebel sama orang yang ga paham fasilitas umum untuk kaum difabel eh dipakai oleh orang sehat jasmani hhhmm…. mestinya ngasih kursinya ini malah pura2 HPan. Duuh semoga makin banyak fasilitas lain karena kan kita sesama manusia punya hak yg sama ya ga boleh dibeda2kan..Semoga pak Menteri Budi nantinya bakalan membangun fasilitas sarana dan transportasi yg lbh layak buat mereka aamiin

  • Tina Sindi

    Saya kalau lihat pada disabilitas ini kenapa ga kuat ya… langsung aja mbrebes mili. Padahal dengan keterbatasan mereka , tapi mereka bisa berprestasi dan berbakat layaknya orang normal. Merasa malu iya, salut juga iya. Semoga fasilitas disabilitas lebih diperhatikan di Indonesia. Agar mereka mudah melakukan kegiatan nya diluar rumah.

  • Rach Alida Bahaweres

    Alat bantu untuk mempermudah teman disabilitas gunakan angkutan umum tuh memang penting banget. Kebayang neta repotnya jika ini tak ada. Dan semoga makin banyak fasilitas pendukung bagi disabilitas ya

  • Memez

    Memang ya, secara jujur angkutan umum di Indonesia kurang ramah sama disabilitas. Dari pengalaman aku ke beberapa negara, kaum disabilitas justru yang harus diprioritaskan dahulu. Semoga pemerintah tambah peduli yaa…

  • mira utami

    pak budi mulai melek akan kebutuhan masyarakat nih. semoga kebijakan yg dilakukan nanti terhadap transportasi online gak merugikan juga yah. karena statementnya kurang berpihak pada masyarakat waktu itu. tapi aku dukung program pemerintah yg baik untuk rakyat

  • April Hamsa

    Yg aku lihat skrng di tempat2 umum dah ada toilet gtu buat penyandang disabilitas. Trus jalan kuning garis2 yg stop dan jalan kyk di stasiun dantrotoar itu. Moga dibikin lbh banyak lagi fasilitasnya. Trus mungkin jg perlu edukasi buat masyarakat yaaa supaya bisa saling bantu kalau ketemu penyandang disabilitas. Susah sih, tapi mungkin bisa dimasukin kyk ke kuriulum sekolah gyu supaya generasi mendatang lbh ramah lagi pada penyandang disabilitas.

  • Dewi Nuryanti

    Aku harap pemerintah semakin memperhatikan kaum difable sehingga makin banyak prasarana umum yg dpt mrk gunakan. Semoga Makin banyak transportasi yg ramah kaum difable.

  • Eskaning Arum Pawestri

    Kalau di luar negeri terutama di negara maju, fasilitas untuk kaum disabilitas bener-bener diperhatikan sehingga mereka bebas dan nyaman bepergian di jalanan menggunakan tranportasi umum. Semoga Indonesia juga bisa semakin meningkatkan perhatiannya pada para disabilitas, dan masyarakat umum tuh juga toleran gitu loh ngga mengambil jatahnya fasilitas untuk mereka

  • Elva Susanti

    Sangat menyenangkan mbak, bahkan menjadi momen berharga yang nggak bakalan terlupakan. Disabilitas tentunya kita dukung agar mendapat hak nya krn mereka juga sama spt kita, makhluk Tuhan

Leave Comment