Stop Targetkan Generasi Muda Sebagai Perokok

Stop Targetkan Generasi Muda Sebagai Perokok

Malam ini ada sepupu cowok datang kerumah, sebuat saja dia Jaka. Usianya masih muda baru lulus sekitar 2 tahun yang lalu.

Saya tau sejak dia masih sekolah dia sudah mulai merokok, mulai dari diam-diam sampai akhirnya sekarang sudah bebas merokok.

Terbesit rasa heran kenapa dia merokok, saya pun bertanya ke dia.

” Jaka,memang sejak kapan mulai merokok?”

” dah lama mba sejak sekolah” jawan dia

“mmm.. emang alasan apa meroko” tanya saya lagi

“karena salah pergaulan mba, Diajak teman untuk merokok” balas Jaka

Dari percakapan singkat diatas adalah salah satu contoh anaka remaja sudah merokok, Ini baru sepupu saya, diluar sana pasti masih banyak remaja-remaja yang mulai dan menjadi perokok aktif.

Dan berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI hampir 80% dari total perokok Indonesia mulai merokok ketika usianya belum menginjak 19 tahun.

Bukannya ga tau dampak bahaya merokok  tapi pergaulan, contoh yang ada disekitar lingkungan sekitar bikin mereka akhirnya seperti ini,

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020

Untuk mesosialisasi dan juga untuk mengingatkan masyarakat bahaya rokok setiap tahun ditanggal 31 Mei, seluruh dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau. Tiap tahun tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia berbeda-beda, tahun 2020 ini bertema berdasarkan badan dunia WHO : “Lindungi Kaum Muda dari Manipulasi Industri Rokok dan Cegah  Konsumsi Rokok dan Nikotin”.

Sebelum tanggal 31 Mei 2020. saya melihat ditimeline social media sudah banyak orang ikut mendukung berkampanye HTTS 2020. mulai berbagi flyer HTTS 2020 ada juga yang membuat video HTTS di Tiktok kreatif sekali.

Klo saya sendiri pas tanggal  30 Mei 2020, saya dan teman-teman mengikuti webinar zoom sesuai dengan tema HTTS 2020 yang diprakasai oleh Lentera Anak.

Lentera Anak adalah LSM yang

Dengan nara sumber :Kiki Soewarso _ Communication Specialist pada Tobacco Control Support Center (TCSC – IAKMI), Haryadi  dari Lentera Anak dan Mpuhamad Bigwanto – TIM Focal Point pada Tobbaco Control Policy Support in Indonesia SEATCA (South East Asia Tobacco Control Alliance.

selama lebih dari 1 jam saya mengikuti zoom sempat kaget dan heran karena ada info terbaru yang sebelumnya saya belum pernah dengar sebelumnya. Diwebinar sendiris saya bisa melihat data uang bikin saya berdecak heran,

 

 

Dulu saya suka melihat iklan-iklan rokok di televisi. Gaya khas ala ala cowboy dengan sosok khas laki banget yang bisa membuat sosok cowok seperti ini dengan mengkonsumsi rokok.

Sekarang tayangan seperti itu sudah itu tidakada. Kenapa? Karena ada peraturan yang menjelaskan iklan rokok hanya diperbolehkan diatas jam 21.00 dan dari pihak produsen mengunakan cara lain.

Perubahan era 4.0 mengubah bentuk promosi mereka jika selama ini dengan cara konvesional sekarang mereka mengunakan social media,

Bepromo tanpa secara langsung mempromosikan brand, merk rokok dan program-program kebaikan mereka, memmbangun komunitas yang targetnya anak muda melalui games.

Generasi muda memang target yang ideal karena sedari dini mereka mulai mengkonsumsi rokok dengan adanya sosok figur, teman-teman. Mereka dengan mudah tergiur.

Seperti dulu sempat menjadi viral, balita yang sudah merokok karena bergaul dengan orang dewasa perokok akhirnya diusia muda sudah menjadi perokok.

Di wag pun saya melihat video anak-anak kecil ketika sedang berkumpul-kumpul, mereka dengan nyamanya merokok sambil ngobrol. Padahal usia dibawah umur. Sumpah miris banget liatnya.

Apalagi sekarang muncul rokok Vape. yang katanya aman dikonsumsi karena tidak mengunakan tembakau dan bisa menghilangkan ketergantungan rokok.

Padahal uap vape sendiri berbahaya dan asapnya terhirup perokok pasif juga berbahaya.Banyaknya influencer mengunakan vape bisa mengubah mindset anak anak muda.

Sudah saatnya kita peduli terhadap sekeliling untuk tidak mengkonsumsi rokok lagi dan “menjaga” anak muda untuk bebas rokok karena anak muda adalah generasi masa depan Indonesia.

Sharing is caring!

About The Author

Hello Happy Friends :) Selamat datang di blog Hanni. Blogger yang suka berbagi pengalaman, tips, dan info terbaru mengenai lifestyle. Hanni bisa dikontak via email : halohanni@gmail.com

Comments (1)

  • Riski Saputra

    lingkungan emang faktor terbesar dari terbentuknya pribadi seseorang. salah satunya banyak pemuda yang merokok karena ikut-ikutan. terpengaruh media juga, jadi sedih banyak generasi muda kita yang udah merokok dari usia muda huhuhu

Leave Comment