Jelajah Gizi Bogor 2019 Day 2 : Sustainable Food Dengan Kearifan Pangan Lokal

Jelajah Gizi Bogor 2019 Day 2 : Sustainable Food Dengan Kearifan Pangan Lokal

Setelah beristirahat, saya dan teman-teman sarapan lalu bersiap-siap berkeliling Bogor lagi, Mau Kemana Han? Hari kedua Jelajah Gizi Bogor

Saya akan melihat langsung Warung Anak Sehat.. Kampung Talas Gede, Kelompok Wanita.

WARUNG SEKOLAH SEHAT (WAS) SDN DEWI SARTIKA 3

Ga butuh lama untuk sampai di Jalan Raya RE Martadinata no 7. Tempat  Sekolah Dasar Dewi Sartika 3 Bogor berada. Setelah sampai saya melihat SDN dewi Sartika 3 seperti pada umumnya sekolah-sekolah.

Didepan sekolah banyak penjual makanan kaki lima mulai dari minuman hingga  aneka macam cemilan yang belum tau layakkah untuk dikonsumsi.

Masuk kedalam sekolah kami disambut oleh barisan anak-anak seragam SD yang imut imut dengan santunnya mereka menyalami dan memberikan senyum merekah.

Terus kami memasuki kelas, yang unik setiap peserta didampangi satu siswa SD. Kebetulan saya duduk bersama Risma ,  yang sekarang berada dikelas 4.

Ketika ditanya “suka jajan di warung sehat? ” Dia menjawab : “Ya” lalu saya tanya lagi : “Biasa jajan apa saja?” Dia menjawab : “Nugget dan Jus

Warung Anak Sehat ( WAS) adalah proyek sosial dari Nutricia Sarihusada yang dimulai sejak tahun 2011. Melalui program pendampingan dan edukasi ke ibu kantin sekolah agar bisa memberikan makan yang sehat dan bernutrisi untuk anak-anak di sekolah.

SDN Dewi Sartika 3 Bogor adalah salahsatu sekolah percontohan dari 446 sekolah dasar yang tersebar di Indonesia. Selain Bogor , WAS ada juga didaerah Bandung, Yogyakarta dan Ambon. Jumlah Ibu WAS yang sudah dibina sekitar 350 orang.

Ibu Nur Dahnia – Kepala SDN Dewi Sartika 3 pun menjelaskan awal adanya Warung Sehat.

Peranserta semua pihak mulai dari Guru dan Kepala Sekolah tanpa lelah mengajarkan dan membiasakan anak untuk mengkonsumsi makanan sehat dan pola makan yang baik.

Seperti mencuci tangan sebelum makan. Memberitau untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung 3 P : Pemanis, Pengawet Pewarna..

Edukasipun dibuat secara menyenangkan seperti mengunakan modul yang eyecatching dan cara penyampaian yang menarik dengan gaya bahasa yang riang dan mudah dimerngerti dan juga bisa melalui lagu,

Seperti lagu cara mencuci tangan dengan mudah dan riangnya anak-anak menyanyikan lagu dan mempraktekan cara mencucui tangan yang benar.

Mengenai WAS sudah. saatnya melihat makanan-makanan yang dijajakan di WAS dan bertemu langsung dengan IWAS SDN Dewi Sartika 3-  Ibu Nur Komalasari.

Dengan bergabung di IWAS Ibu Nur banyak manfaatnya sehingga bisa menjual makanan yang menarik, enak dan sehat untuk anak -anak.

Untuk mengetahui kandungan gizi ditiap jajanan Prof.Ahmad pun menjelaskan secara detail.  Seperti makanan crossiant singkong. Dengan bahan baku singkong berupa karbo tambahan sosis sebagai protein.

Selain crosciant singkong, ada banyak lagi menu jajajan sehatnya. seperti dibawah ini :

Ada martabak mini coklat keju, sate cenil, puding ubi unggu, nasi kuning, lontong, pie buahmini dan jus buah. Semua jajanan terlihat menarik dan pastinya enak.

Ga hanya itu harganya pun terjangkau buat anak-anak karena dimulai dari Rp.1.000 🙂 .

Sebelum melanjutkan ketempat berikutnya, saya mencoba sate cenilnya dan rasanya enak. Walau dari bahan baku singkomg karena dikemas secara menarik dengan harga terjangkau bisa bikin anak-anak suka.

Adanya makanan/minuman WAS yang sehat, beranekaragam jenisnya dan enak rasanya bisa membuat anak-anak  mendapat gizi seimbang dan terhindar dari stunting .

EKSPLOR TALAS DI KAMPUNG SITU GEDE

Setelah WAS, yuk kita lanjut eksplor potensi lokal Bogor. Destinasi selanjutnya adalah Kampug Situ Gede.Disini saya dan teman-temanJelajah Gizi 2019 bisa mengetahui mengenai tanaman talas lebih detail mulai dari penanaman hingga hasil olahannya.

Talas identik dengan Bogor jadi klo ke Bogor sempatkan membeli talas. Saya sendiri biasa membeli talas di pasar depan Kebun Raya Bogor. Disana banyak penjual talas menjual talas mulai dari size kecil hingga besar.

Ternyata talas itu jenisnya banyaknya loh, saya juga baru tau pas datang ke Kampung Situ Gede. Ada talas bogor. talas unggu, talas mentega. Coba tebak dari 3 gambar talas dibawah ini mana yang talas bogor ,mana talas taiwan?

Mana Talas Bogor Mana Talas Taiwan
Mana Talas Bogor Mana Talas Taiwan

Bocorannya ada diketerangan didalam foto he he. Secara fisik talas taiwan lebih besar dan ketika matang talas taiwan lebih putih dan tidak ada rasa getir.

Tanaman talas mempunyai banyak manfaat mulai dari umbinya sebagai sumber karbohidrat. Batang dan daunnya bisa dibuat sayur. Baru-baru ini saya juga membaca bahwa daun talas banyak dicari orang dari luar negeri karena bisa menjadi bahan baku pupuk. wow..

 

Pak Abidin perwakilan dari Kelompok Tani Dewasa (KTD) SALUYU menjelaskan penanaman talas di Situ Gede. Ketika kanan kiri makin banyak lahan berubah fungsi menjadi perumahan, kantor dll.

Alhamdulliah KTD Saluyu dan binaan saat ini masih memiliki 10 Ha untuk bercocok tanam talas, bengkuang dll. Situ Gede terkenal dengan kualitas yang bagus karena mulai dari pembibitan hingga panen kualitas dijaga dengan baik.

Karna sebagian petani juga pedang, buat teman-teman yang tinggal dekat Ragunan bisa membeli disana karena setelah panen, hasil talasnya dijual didaerah Ragunan.

Tanaman talas mempunyai banyak manfaat mulai dari umbi, batang dan daunnya. Ditempat saya juga bisa mencoba sayur lompong (sayur yang terbuat dari batang talas) dan perkedel talas.

Rasanya tetap enak dan ketika makan tidak terlalu berbeda dengan perkedel yang biasa dimakan.

KLo untuk kesehatan adakah manfaatnya? Prof.Ahmad pun menjelaskan manfaat mengkonsumsi talas.

“Talas mengandung indeks glikemik rendah sehingga bagus dikonsumsi oleh penderita diabetes dan mengandung serat bisa mencukupi kebutuhan serat manusia”

“Talas juga  prebiotik yang bagus ketika dikonsumsi bersamaan dengan probiotik seperti yakult bagus untuk pencernaan” Ujar Prof Ahmad.

Mendengar manfaat dari talas jadi mau mengkonsumsinya buat sehari-hari selain baik untuk kesehatan j dan secara ga langsung  bisa meningkatkan  perekonomian petani lokal

Setelah mendapat informasi mengenai talas, selanjutnya saya dan teman-teman berkeliling perkebunan talas untuk melihat langsung panen talas .

Suasana di Situgede  makin seru karena ada games membuat “Gemblong Talas” . Bahan-bahan  gula merah, gula putih dan talas sudah disiapkan. Tiap kelompok ditantang untuk membuat gemblong yang bagus. Walau belum sempurna gambar diatas gemblong talas ala tim talas.

KAMPUNG WISATA TANI

Setelah dari perkebunan Talas, saya mengunjungi Kampung Wisata Tani yang memproduksi minuman dan scack dari bahan baku pala.

Berawal dari lomba dari Pemkot Bogor. Bu nur mulai memproduksi olahan pala. Idenya dimulai ketika melihat banyaknya orang disekililing hanya mengambil bagian dalam pala dan sisanya dibuang.

Dimulai dari manisan pala, sekarang varian produknya pun beragam mulai sirup pala, permen pala dengan merk mysari.

Produknya sudah bisa dibeli ditransmart Cilandak, melalui eccomerce besar di Indonesia dengan nama toko Mysari.

Untuk kandungan gizinya, Prof.Ahmad menjelaskan pala mempunyai manfaat bisa relax  Minyak atsiri pala juga mempunyai manfaat untuk minuman. Hanya saran dari Prof jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi pala karena bisa menyebabkan fly.

Yang ingin tau seperti apa buah pala. bisa melihat slideshow diatas ini.

jelajah gizi day 2

SOTO KUNING PAK YUSUF

Di Bogor banyak penjual soto, salah satu soto yang lengendaris adalah Soto Kuning Pak Yusuf, Setiap food blogger pasti merekomen soto mie ini.

Selama ini saya belum pernah mencobanya. Walau sudah beberapa kali wisata kuline sepanjang jalan Surya Kencana Bogor.

Klo sekilas melihat mangkuk dan isinya sudah kebayang apakah rasanya seperti soto betawi? kuah santan yang kental dengan jeroan didalam.

ternyata pas saya coba, rasanya beda loh. Kuah kuning yang ringan buat yang mo lebih kenyang bisa menambah nasi yang sudah disediakan diatas meja.

Makan soto tidak lengkap tanpa cemilan yang lain. Klo teman-teman wiskul di Soto Kuning Pak Yusuf coba krupuk jengkol yang ada di meja,

Terlihat sekilas seperti emping tapi pas sudah dicoba akan berbeda. Saya juga baru tau setelah karyawan pak Yusuf memberitahu

Harga permangkuk disesuaikan dengan isi yang diambil.

Untuk rebusan dan gorengan isi daging, kikil, babat lidah, empal, paru goreng, usus, otak, limpa masing-masing harganya Rp 11.000

Harga nasi, lauk dan air minuman masih wajar hanya Rp 4.000 dan Rp 5.000

Setelah makan malam di Pak Yusuf para peserta kembali ke hotel untuk menyiapkan untuk eksplorasi hari ketiga dikota Bogor.

Catatatan Hanni Di Hari Kedua Jelajah Gizi 2019

Dengan memanfaatkan potensi lokal, kita bisa menciptakan sustainable food selain itu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada sekeliling bisa menambah perekenomian

Sharing is caring!

About The Author

Hello Happy Friends :) Selamat datang di blog Hanni. Blogger yang suka berbagi pengalaman, tips, dan info terbaru mengenai lifestyle. Hanni bisa dikontak via email : halohanni@gmail.com

Leave Comment