Hati Hati Penyakit Kesehatan Mental Bisa Menyerang Siapa Saja

Hati Hati Penyakit Kesehatan Mental Bisa Menyerang Siapa Saja

Beberapa waktu yang lalu ada berita mengenai pembunuhan seorang anak dikecil yang dilakukan oleh tetangganya sendiri dan berusia remaja.

Pas baca berita ini saya langsung terkaget dan ngucap dalam hati. ” gila ya! Setan apa yang merasuki dia, sampe dia tega membunuh dengan sadis”

Karena penasaran seperti apa, saya pun membaca asal muasal kenapa akhirnya pelaku berbuat tindakan yang sangat kejam.

Yang mengejutkan lagi baru baru ini saya membaca bahwa pelaku adalah korban dari omnya dan juga pacarnya dan sekarang dia lagi hamil.   Ternyata bisa jadi akibat beban mental  yang mengakibatkan sikap mental yang bruntal.

Menjaga Kesehatan Mental Sedari Dini

Gaya hidup dan kegiatan yang dilakukan sekarang ini memang rentan terhadap penyakit makanya lebih baik kita menjaga kesehatan.

Sehat ga hanya fisik loh tapi juga mental. Ga mau kan kejadian seperti kasus diatas. Amit-amit deh, dari hal-hal yang kecil akhirnya membesar dan berdampak kepada sekitarnya.

Secara sekilas tidak terlalu terlihat apalagi jika orangya bisa menutupinya. tapi tiba tiba ada yang bunuh diri atau melakukan tindakan aneh lainnya.

Penyakit kesehatan ini juga ga mengenal jenis kelamin bisa terkena laki laki maupun perempuan, mau dia dari golongan miskin atau kaya, usianya pun bisa muda maupun tua.

Kesehatan mental masih suka dianggap sebelahmata, bisa jadi karena ga nampak jelas dikasat mata. padahal klo ga ditangani secara serius dan dan dari gejala sedini mungkin dampaknya bisa berbahaya

Contohnya seperti artis-artis dari Korea, jika dari sisi luar kita melihat sang artis idola itu ga kurang apapun, sudah kaya, banyak fans. tajir, cantik/ganteng. Tapi ga sedikit mereka meninggal karena bunuh diri.

Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 memperlihatkan bahwa gangguan mental emosional dengan gejala  kecemasan dan depresi di usia 15 tahun berjumlah 14 juta orang.  Setara dengan 6 %  penduduk Indonesia.  Data lain menunjukkan  prevalensi gangguan jiwa ” skizofrenia” jumlahnya mencapai 400.000.

Karena tingginya angka penderita membuat di Indonesia banyak kasus bunuh diri dan makin kesini saya perhatikan banyak orang malah bangga meklaim mereka mengidap Bipolar, malah terkesan bangga.

Cara pencegahan bisa melalui Promotif, preventif , kuratif dan rehabilitatif

preventif dilakukan dengan memberikan informasi dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap diri sendiri , jika sudah ada gejala maka secepatnya berupaya untuk menyembuhkan, Jangan sampai berlarut-larut malah bikin depresi dan tahap selanjutnya adalah direhab atau kata lain pemulihan. dengan step by step diatas semoga kita bisa terhindar dari penyakit ini dan sedang mengalami  penyakit ini semoga  bisa cepat  sembuh.

Siapa Saja Yang Berperan Agar Penyakit Kesehatan mental bisa disembuhkan?

  • pastinya berawal dari keluarga,karena sejauh-jauhnya kita melangkah,akhirnya kembali lagi ke keluarga. Peran orang tua, kakak, adik atau keluarga terdekat bisa mendukung.
  • lingkungan sekitar. baik teman maupun sekeliling , JIka lingkungan membuat dampak negatif, lebih baik dihindarkan.
  • Lembaga swasta/instansi pemerintah : informasi-informasi dari instansi ataupun lembaga swasta bisa membantu memberikan informasi yang tepat dan cara menyembuhkannya.

Salahsatu platform yang memberitahu mengenai info seputar kesehatan dan kesehatan mental. Happy Friends bisa menuju HaloDoc. Dengan memanfaatkan teknologi, semua orang bisa mengakses info yang ada. Mau via apps atau mo langsung diwebsitenya. Topik yang dibahaspun beragam bisa disesuaikan dengan kebutuhan pembaca.

Aplikasi HaloDoc – One Stop of Stopping Untuk Kesehatan

Buat orang seperti saya yang suka dengan kemudahan. Ketika ada aplikasi HaloDoc di hape. Mempermudah saya untuk mendapatkan info tentang kesehatan, biar lebih pasti saya bisa juga bisa me-chat langsung dokter.

Apalagi klo ada orang yang ga ada waktu untuk datang ketemu langsung dokter praktek, Fitur Bicara dengan Dokter membantu sekali,

setelah itu saya bisa membeli obat via apps HaloDoc, waktu pengiriman pun cepat ga perlu lama karena kurang dari 1 jam, layanannya 24 jam, gratis biaya pengiriman, obat pun dalam keadaan tersegel jadi aman.

Via aplikasi pun kita bisa melakukan pemeriksaan labotarium jadi tanpa perlu antri, ad staf yang bisa datang ke rumah, hasil lab bisa diterima dari aplikasi, dan hasilnya dikonsultasikan dengan dokter HaloDoc

Agar lebih secure, kita bisa membeli perlindungan kesehatan di aplikasi . Pilihannya juga banyak bisa dipilih n AXA Mandiri, Cigna, Allianz, FWD, Medicilin, Bumiputra, Intiland, Ultrasakti, dan banyak lagi yang akan bergabung

Fitur-fitur lainnya di HaloDoc juga banyak seperti catatan kesehatan, upload resep, reminder meminum obat, artikel kesehatan, metode pembayaran yang bisa disesuaikan

Klo dari benefitnya, apps ini mempermudah masyarakat untuk mendapatkan info dan pelayanan kesehatan, termasuk mengenai penyakit kesehatan mental. Bagi Happy Friends yang belum download bisa mendownload sekarang   dan rasakan manfaatnya.

 

Sharing is caring!

About The Author

Hello Happy Friends :) Selamat datang di blog Hanni. Blogger yang suka berbagi pengalaman, tips, dan info terbaru mengenai lifestyle. Hanni bisa dikontak via email : halohanni@gmail.com

Comments (3)

  • Arif SW

    Kunci utama dari hidup sehat adalah menjaga kesehatan mental. Caranya adalah dengan berfikir positif, selalu bersyukur, berdoa dan berserah.
    Hidup harus di bawa enjoy, jangan merasa apa yang anda lakukan itu adalah beban.

  • Misterpangalayo

    nah setuju banget sama komentar bro Arif SW di atas nih

  • Bacaanipeh

    Iya, penyakit yang menyerang mental itu enggak mengenal jenis kelamin dan usia ya, kak. Penting banget pemahaman mengenai penyakit mental ini sebenarnya untuk anak-anak, terutama untuk remaja yang sedang mengalami masa transisi. Biar mereka enggak kaget dan jadi merasa aneh

Leave Comment