Cara Membuat Lubang Biopori Mudah Dan Sederhana Di Rumah

Cara Membuat Lubang Biopori Mudah Dan Sederhana Di Rumah

Makin kesini efek global warming makin kerasa membuat siklus iklim berubah-ubah. Apalagi banyaknya pembangunan dikota maupun didesa. Makin banyak bangunan mal, perumahan atau perkantoran membuat lahan hijau semakin sempit.

Ditambah gaya hidup yang tidak benar seperti membuang sampah sebarangan. Ga heran banjir dimana-mana. Terus apakah kita berpangku tangan saja? Menyalahkan pemerintah karena banjir? Yuk kita mulai perubahan dari diri sendiri. Apa yang kita bantu untuk kebaikan bersama.

Di acara  Blogger Visit Aqua Lestari di Pabrik Pandaan, saya berkesempatan mengetahui biopori  lebih detail dari Relawan Aqua Pandaan. Selain memberi informasi di kalangan internal Aqua,  mereka memberikan informasi ke daerah sekitar dan memberi manfaat kepada orang lain . Mereka juga sering diundang juga ke acara sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan kepedulian alam.

Cara-membuat-Lubang-Biopori-Mudah-dan-Sederhana-1
Cara-membuat-Lubang-Biopori-Mudah-dan-Sederhana-1

Dalam internal Aqua Pandaan sendiri sudah tersedia proggam “Satu Karyawan Satu Biopori Di Rumah“. Programnya sudah dimulai dari 2010 dan ditahun 2016-1017 program membuat biopori menjadi salah satu KPI dari karyawan Aqua.

Selama ini Aqua dengan #AQuaLestari berkomitmen menjaga, melestarikan sumber daya air dan bersama-sama membuat perubahan. Bergerak terus komitmen membuat biopori dan sumur resapan. Manfaat biopori sudah dirasakan oleh kota Pasuruan. Karena musibah banjir yang melanda Pasurauan lalu setiap rumah membuat biopori akhirnya banjir berkurang dan media tanah tumbuh subur.

Mendengar cerita itu saya jadi mau belajar lebih membuat biopori. Selama ini saya hanya tau Biopori melalui tulisan, televisi. Sekarang bisa mempraktekan langsung. Setelah mendengar penjelasan  mengenai biopori dan cara membuatnya di pabrik Aqua Pandaan, saya dan teman-teman menuju desa Ledhuk untuk mepraktekan membuat biopori setelah tau  caranya saya dan teman-teman bisa mempraktekan dirumah.

Desa Ledhug adalah desa percontohan pengembangan biopori dan sumur resapan, karena desa ini mempunyai curah hujan yang tinggi. air hujan biasanya mengenang dan mengalir ke permukaan ke jalan raya. Sekarang tiap rumah memiliki sumur resapan. Diharapkan adanya sumur resapan bisa mencegah erosi dan juga banjir. untuk biopori dilaksanakan atas kerjasama dengan NGO lokal “Yayasan Satu Daun” dan mbah Kasiman, Kepala  LMDH (Lembaga Masyarkat Desa Hutan) Bumi Lestari Mulyorejo.

Setelah mengujungi beberapa rumah melihat sumur resapan.Saya dan teman-teman mulai membuat lubang biopori. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan membuat lubang biopori adalah :

  1. Alat pembuat lubang
  2. Penutup lubang
  3. Sampah organik (sampah yang mudah teruai seperti Daun-daun kering, rumput, buah-buahan dan sisa makanan)
Peralatan Membuat Lubang Biopori
Peralatan Membuat Lubang Biopori

Kira-kira membuat lubang biopori susah atau tiadak ya?  Ternyata cara membuat lubang biopori mudah dibuat Happy Friends . Yuk disimak cara buatnya :

  1. Pilih lokasi yang tepat. Kita cari tempat di sekitar genangan air atau sekitar pohon tumbuhan atau di saluran drainase.  lubang biopori dibuat gitu pake bebas lalu lalang terus mana candi batas
  2. Setelah menemukan tempat yang cocok. Basahi permukaan tanah dengan air untuk mempermudah membuat lubang.
  3. Selanjutnya kita mulai membuat lubang biopori mengunakan bor biopori. Letakan mata bor tegak lurus, Lalu bor diputar-putar searah jarum jam.
  4. Setelah mata bor penuh dengan tanah,  angkat bor dan bersihkan mata bor. Buat lobang hingga kedalaman sekitar 80-100 cm.
  5. Lalu masukkan sampah organik, disaat ini saya mengunakan daun-daun kering ke dalam lubang sampai penuh.
  6.  Tutup  lubang dengan penutup agar lubang tidak terinjak-injak orang, tanah tidak logsor dan juga agar hewan lain atau material lain yang tidak diinginkan masuk kedalam lubang.
Cara Membuat Lubang Biopori Sederhana
Cara Membuat Lubang Biopori Sederhana

Bagaimana mudahkan cara membuatnya? Bahan-bahan pun sederhana,bisa dipraktekan di rumah.  Manfaat lubang resapan Biopori sbb  :

  • Biopori meningkatkan daya serap air dan bisa menyimpan air pada musim kemarau.
  • Memanfaatkan limbah organik disekeliling.  Mengurangi emisi gas rumah kaca . Mengubah sampah organik menjadi kompos. Kompos bisa dipanen setelah didiamkan selama 2-3 minggu .
  • Menyuburkan tanah
  • Mengurangi resiko banjir
  • Apabila lubang biopori dibuat di saluran got. Maka air got akan masuk kelubang biopori jadi got tidak bau.

 

Banyak ya manfaatnya. bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga lingkungan sekitar dan orang lain.  Yuk kita mulai membuat lubang biopori dirumah . Salam Lestari 🙂

 

 

 

 

 

Incoming Words :

  • cara membuat bor biopori sederhana
  • cara membuat biopori
  • cara membuat biopori sederhana
  • cara membuat lubang biopori
  • buat biopori
  • Biopori
  • membuat lubang serapan air
  • cara membuat lubang
  • cara membuat lubang bio
  • membuat bor biovori

About The Author

Hello Happy Friends :) Selamat datang di blog Hanni. Blogger yang suka berbagi pengalaman, tips, dan info terbaru mengenai lifestyle. Hanni bisa dikontak via email : halohanni@gmail.com

Comments (6)

  • ade anita

    aku sukaaaa banget pada siapa saja yg sukarela membuat lubang biopori di pekarangan rumah mereka. makasih ya krn dah berbaik hati buat bumi kita

    • Hanni Handayani

      sama-sama mba, klo bukan kita siapa lagi

  • Rinda Gusvita

    Wah keren! Di Bandar Lampung juga pernah ada program ini tapi kayaknya nggak berkelanjutan deh.

    • Hanni Handayani

      Sayang ya mba, padahal program bagus. Soalnya dah banyak mendapatkan manfaatnya

  • Ahmad Farhan

    Di tempat tinggal saya juga pernah ada program ini. setiap kepala RT punya bor biopori yang nantinya bisa dipinjamkan ke warga. tapi sayangnya cuma sedikit warga yang ikut programnya. pada akhirnya cuma keluarga saya yang bikin biopori di sepanjang jalan dekat rumah hehehe 😀

    Mudah-mudahan dengan adanya program tersebut, dapat menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.

    • Hanni Handayani

      Yah sayang amat ya mas, padahal dampaknya bisa jangka panjang dan untuk bersama

Leave Comment