Serukan #SuaraTanpa Rokok Agar Tidak Banyak Korban Karena Rokok

shares |

Hari ini saya melihat ditimeline facebook saya ada anak kecil dalam kondisi tidah berdaya lengkap dengan  infus ditangan dan alat bantu pernafasan . setelah saya baca detail kenapa anaknya bisa sakit ternyata dia mengalami penyakit Pneumonia yang diakibat menjadi perokok pasif.

Tanpa disadari perokok melakukan yang berbahaya untuk diri dia dan juga orang sekelilingnya. dan ketika setelah selesai merokok, masih ada racun yang menempel dibaju dan bagian tubuh lainnya yang bisa mengakibarkan penyakit yang diidap oleh anak kecil tersebut, 

Ga heran Kemenkes selalu memberikan sosialisasi dampak bahaya kepada perokok dan orang-orang yang tidak merokok jangan merokok. Sudah banyak contoh kasus yang disebarkan jangan sampai penyakit parah datang baru berhenti merokok.

Tahun lalu saya sempat menghadiri acara kemenkes dalam rangka memperingati hari anti tembakau sedunia. sebagai nara sumber ada orang tau Robby. tau dong siapa dia? Dulu Alm. Robby ada diiklan layanan masyarakat anti rokok. Karena merokok Robby mengidap penyakit kanker laring yang menyerang tenggorokan hingga jakunnya hilang.



ketika saya hadir di acara kemenkes Tanggal 27 Januari 2017 di Gedung Perfilman Usmar Ismail Kuningan Jakarta , saya lebih terkejut karena makin banyak korban dari rokok karena di acara hadir beberapa orang pengindap kanker tengorokan.




Sebelum masuk ke acara, saya dan teman-teman bisa melihat foto-foto mengenai kampanye anti rokok dan para perokok yang terkena penyakit karena merokok contohnya seperti Bapak Eddy Suharyadi , seorang perokok pasif, teknisi pesawat yag terkena penyakit kanker tenggorokan 




Ketika sesi talkshow antara bu dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, M.M., selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Dr. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., selaku Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan, RSUP Persahabatan serta Dwi Martiningsih, Kepala Grup Litbang. Banyak informasi yang saya dapat mengenai perkembangan kampanye anti rokok, akibat-akibat dari merokok.

Kampanye #SuaraTanpaRokok sudah ada sejak 2015, disebarluaskan kedaerah-daerah dan juga via online. Seperti melalui website : http://suaratanparokok.co.id/. Selain Kemenkes, masyarakat juga bisa menyebarkan kampanye #SuaraTanpaRokok via youtube, facebook dan twitter. Yuk kita dukung kampanye ini agar masyarakat lebih mudah mendapatkan tips dan manfaat berhenti merokok.







Related Posts

2 komentar:

  1. Seremnya adalah perokok pasif 3x lebih berbahaya dari perokok aktif :(
    Duh kapan sadarnya ya itu para smoker yang masih santai-santai ngasap di tempat2 umum...bau asepny bikin pusing bin mual tau :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayanya klo belum kena, ya belum berhenti mba, walaupun sudah tau bahayanya tetap aja ngerokok

      Hapus

Silahkan Komen